- Sementara aku tidak lagi mampu berpuisi. Sementara aku tidak lagi mampu bermimpi. Segala suara sudah mendesis gusi tanpa gigi. Tak mungkin bisa mengguris kata memahat dihati. Tak mungkin bisa menggarap bagasa membawa erti. Maka layaklah aku mencari pusara untuk lena menyendiri. Berpestalah kalian sementara anak anak pribumi menggigit jari. Mungkinkah jadi demikian suara beta kalau sudah dihujung hari.
- Mungkinkah demikian bicara rasa kalau sudah melampau mengulum sepi. Namun janganlah engkau berkata apa apa pada siapa jua nanti. Kalau esok dari tanah pusara sana berguling guling melenting lenting. Batu batu pipis dan bulat melayang melompat lincah mencari sasaran. Kerana itulah kelak tandanya aku dan sahabat sahabat sedang meronta. tidak mahu selesa lena diulit mimpi dalam peraduan dipusara sana.
- Maka wahai siapa siapa dimana mana. Hanyutkanlah suara ini diarus sungai. Semuga ada aur tempat ia akan tersangkut. Barangkali ada tebing tempat ia akan tersadai. Mudah mudahan ada tanah sempat ia tompang meresap. Mengadun membakar mengeras memejal menjadi batu. Memancang bumi menjadi tugu penanda jiwa purba. Manalah tahu esok menjadi tapak untuk bangkit jua. Meneruskan kembara mencari pintu syurga. Buat memancang batu asas mendirikan semula. Sebuah negeri sebuah negara bangsa beraja
Soundbytes I Like to Hear Coming from Budget 2027
-
There has been much talk about taking Budget 2027 to the ground, listening
to different groups and understanding their concerns before the Budget is
fin...
4 hari yang lalu

Tiada ulasan:
Catat Ulasan